1. PIDATO TEMA HARI PAHLAWAN
Assalamu'alaikum Wr.Wb
(Pilih Muqaddimah Pidato yang Anda Sukai)
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air
Tiada ucapan yang layak untuk kita ucapkan pada kesempatan ini kecuali
ucapan syukur dan tahmid kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan
taufiq dan hidayat-Nya kepada kita sekalian, sehingga kita dapat menjadi
bangsa yang merdeka, yang sampai saat ini kita masih diberikan
kesempatan oleh-Nya untuk hidup di Negara tercinta ini, yaitu di bumi
Indonesia.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air.
Kemerdekaan itu adalah rahmat Allah, yang oleh karenanya pantaslah
sekiranya kita mengucapkan puji syukur, sebagai pernyataan terima kasih
kita kepada Tuhan yang memberinya. Pernyataan syukur kepada Allah
tidaklah cukup dengan ucapan-ucapan atau semoboyan-semboyan saja, akan
tetapi harus dibuktikan dengan perbuatan-perbuatan/tingkah laku yang
nyata, ialah dengan memelihara rahmat yang telah dianugrahi itu dengan
sebaik-baiknya, dengan cara-cara yang adil dan bebas dari
kedzaliman-kedzaliman dan penindasa.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air.
Di bulan November ini kita menghadapi satu peristiwa yang amat penting
bagi kita semua bangsa Indonesia, khususnya bagi arek-arek Surabaya
pada tanggal 10 November 1945 yang lalu kita di ingatkan kembali oleh
semangat kepahlawanan bangsa kita didalam mempertahankan tanah air dari
segala model dan macam penjajahan, sejak........... tahun yang lalu,
teringatlah kita berapa banyak para pejuang yang telah gugur dalam
membela tanah air dan
kehormatan bangsa. Teringat pula bagi kita akan beberapa anak yang
menjadi yatim karena ditinggal mati oleh bapak-bapaknya di medan
pertempuran. Teringat pula berapa banyak istri-istri yang ditinggal mati
oleh suaminya yang mempertaruhkan nyawanya demi tanah air. Kita dapat
mengetahui betapa susah dan bersedih hati mereka dalam menanggung
penderitaan dan cobaan.
Teringat akan hal itu semua, pantaslah kalau sekiranya setiap saat,
utamanya setiap tanggal 10 November kita bersyukur kepada Allah yang
telah menyelamatkan kita dari cengkraman penjajah, dan tidak melupakan
jasa-jasa para pahlawan yang gugur di medan pertempuran yang dilandasi
oleh rasa cintanya kepada tanah air Indonesia. Bersangkutan dengan hal
ini Rasulullah saw. bersabda:
"HUBBUL WATHON MINAL IIMAANI"
Artinya:
"Cinta Tanah Air adalah sebagian daripada iman"
Berangkat dari hadist itu dapatlah dimengerti bahwa tanpa mencintai
tanah air tidaklah sempurna iman seseorang. Dan sudah barang tentu bahwa
setiap muslim yang taat mencintai perintah Allah dan Rasul-Nya, pasti
ia mempunyai rasa cinta (patriotisme) terhadap tanah air.
Kita dapat menyimak sejarah pada masa lalu yang dialami oleh para
sahabat Rasulullah dalam mempertahankan tanah airnya, agamanya atau
aqidahnya, karena dalam hati mereka sudah tertanam kecintaan dan
ketaatan akan Rasulullah saw. Maka demi tanah airnya, agamanya dan demi
Tuhan dan Rasul-Nya mereka pertaruhkan jiwa dan raga serta harta
bendanya.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air.
Sudah kita maklumi bersama, bahwa para pahlawan kita yang gugur di medan
pertempuran itu berhadapan dengan musuh yang saling mengadu kekuatan
dan senjata, dan sesudah kemerdekaan kita peroleh kemudian para penjajah
kita usir dan kita pulangkan ke tanah airnya masing-masing. Maka apakah
perjuangan itu sudah selesai? tidaklah demikian menurut Rasulullah saw.
Pada suatu waktu para sahabat Rasulullah pulang dari peperangan yang
maha besar yang belum dijumpai oleh para sahabat saat itu, namun
demikian Rasulullah masih menyatakan kepada para sahabat dengan
sabdanya:
"ROJA'NAA MINAL JIHAADIL ASHQHORI ILAAA JIHAADH AKBARI, QIILA : AYYUL JIHAADIL AKBARI YA ROSUULALLOOHI? QOOLA : JIHAADUN NAFSI"
Artinya:
"Kita baru saja kembali dari peperangan yang kecil menuju peperangan
yang lebih besar, yakni perjuangan peperangan dalam melawan hawa nafsu"
Dengan melihat makna dari hadist Rasulullah di atas, bahwa perjuangan
melawan hawa nafsu itulah perjuangan dan musuh yang paling kuat. Jadi
pertempuran yang dialami oleh bangsa Indonesia Terhadap para penjajah
itu belum apa-apa bila dibandingkan dengan makna hadist di atas, sebelum
para pahlawan serta generasi-generasi penerus bangsa itu bisa
menaklukan hawa nafsu yang menyelubungi dirinya.
Demikianlah pidato yang dapat kami sampaikan pada kesempatan ini dalam
rangka memperingati hari pahlawan 10 november yang ke.......,
tahun.......... semoga ada manfaatnya bagi kita semua. Akhirnya...
WABILLAAHITTAUFIQWALHIDAYATWASSALAMU'ALAIKUM WATOHMATULLOOHI WABAROKAATUHU.
.Narasumber : Sapidinradja Sheecwox AriesBoy's
PIDATO SINGKAT TEMA MEMPERINGATI HARI IBU
Assalamu’alaikum wr.wrb
Hadirin dan Hadirot yang saya mulaiakan
Salam sejahtera bagi kita semua yang hadir disini
Pertama-tama marilah kita panjatkan syukur kepada Tuhan, atas nikmat yang telah diberikan
kepada kita sekalian, yang dengan Rahmat-Nya pula kita bersama-sama bisa berkumpul disini untuk
yang kesikian kalinya, khususnya hari ini dalam rangka memperingati dan menyemarakan “Hari Ibu”
Selanjutnya, marilah kita panjatkan rasa syukur kita kepada Tuhan atas kekuatan yang telah
diberikan kepada kita kususnya kepada para ibu, yang sampai hari ini masih belum kehilangan semangat
juangnya dalam menangkap sekaligus mengamalkan nilai-nilai terkandung dalam hikmah “Hari Ibu” .
Hadirin yang mulia khususnya para Ibu.
Peran ibu pada masa sekarang tampak makin meningkat. Bersama dengan itu, makin berat pula
tantangan yang kita hadapi. Namun sebagai bangsa yang besar, maka kita tentunya sepakat untuk
pantang menyerah, pantang mundur dan pantang mengeluh. Semua tantangan hidupsehari-hari seakan
makanan lezat yang harusdihadapi dengan penuh kesabaran dan penuhkesadaran.
Di tengah-tengah semakin berkembangnyatekhnologi yang semakin canggih, ibu-ibu jugabisa
merasakan, betapa hebat dampak dariperkembangan teknologi tersebut di keluarga kitaini. Tanggung
jawab seorang ibu dihadapkankepada berbagai masalah, berbagai ragamtantangan, berbagai bentuk
persoalan, bahkanmasalah kaum Bapak pun sudah menjadi bagiandari permasalahan para Ibu. Untuk
itu kamimenghimbau, janganlah kaum Bapakmenganggap kecil peranan kaum Ibu. Sebab tanpa Ibu, kita
ibarat burung tak kan pernah terbang sempurna. Ibarat burung tak kan pernahterbang perkasa.Kaum
Ibu hendaknya juga menyadari bahwadengan tugas berat sekarang ini harus tetap waspada terhadap
tanggung jawab hidup. Tanggung jawab ibu sekarang tidak hanyaterbatas pada tanggung jawab dapur
dan tempat tidur saja.
Lebih dari itu sudah tiba saatnya kaumIbu membantu para Bapak, jika perlu membantutugas
Bapak di luar rumah, di kantor bahkankalau perlu juga di medan perang.Hadirin yang mulia tentunya
kita juga tetap tahubatas. Janganlah mencampuri yang bukan urusan kita. Namun tetaplah waspada.
Kapan kita boleh membantu, kapan kita wajib membantu dan kapan pula kita menentukan sikap
terhadapkaum Bapak. Semuanya itu kita lakukan untukmenjaga citra sebagai Ibu. Suatu citra yang
harusbersummber kepada kepribadian bangsa, yakni kepribadian sebagai bangsa yang luhur, yakni
kepribadian Pancasila dan UUD ‘45.Dalam menjalankan tugas sehari-hari semogaAllah SWT senantiasa
bersama kita. Masih banyak yang harus kita lakukan. Masih banyak yang belum selesai. Selamat
berjuang, selamatmenjalankan tugas , hingga tercapai keluargayang bahagia, keluarga sejahtera di atas
ridlaAllah SWT. Amin..Hadirin sekalian, demikian sambutan dari kami,mohon maaf jika ada tutur kata
kami yangkurang berkenan di hati hadirin sekalian.
Wassalamualaikum WarahmatullahiWabarakatuh.
Narasumber : Sapidinradja Sheecwox AriesBoy's